20 Oktober 2020 industry00

Industry 0.0 : How It Works ?

Sejak saya memperkenalkan konsep Industry 0.0, banyak sekali pertanyaan menyangkut apa dan bagaimana serta contoh-contoh konkritnya, perbedaan dengan Industry 1.0 s/d 4.0 dst.

Maka melalui tulisan ini saya berikan satu contoh aplikasi Industry 0.0 yang sangat relevan saat ini sekaligus menjawab sebanyak mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya berikan contoh bagaimana Industry 0.0 dapat berkontribusi mengatasi pandemi Cobid-19 dan resesi ekonomi yang menjadi ikutannya.

Pertama apa yang membedakan Industry 0.0 dari Industry 1.0 s/d 4.0 dalam menyikapi pandemi Covid-19 ? Dengan konsep Industry 1.0 s/d 4.0 yang mendorong kapitalism, pandemi Covid-19 dipandang sebagai peluang. Berbagai pihak  berusaha mengatasi masalah bersama ini sambil melihat peluang nya masing-masing. Dari perusahaan pembuat alat pelindung diri, masker yang sederhana sampai alat bantu pernafasan yang canggih  mayoritasnya dibuat dengan orientasi profit – mumpung yang butuh lagi banyak. Perusahaan farmasi berlomba menghasilkan vaksin karena siapa yang bisa menghasilkan vaksin duluan harga sahamnya akan melonjak tajam karena mengantisipasi keuntungan yang  selangit dari vaksin yang dibutuhkan oleh umat se dunia ini, dlsb.

Industry 0.0 adalah ruh atau spirit – mengembalikan sesuatu pada titik awalnya.  Persis dalam suatu grafik atau map, posisi segala sesuatu ditunjukkan dalam kordinat dua angka, maka 0.0 adalah awal dari segala koordinat sesudahnya. Setelah 0.0 inilah akan ada 1.0, 2.0, 3.0, 4.0, 5.0 dst. Titik awal atau tujuan asal diciptakan manusia adalah sebagai wakilNya di muka bumi, dia mendapatkan tugas untuk memakmurkannya.

Sebagai pemakmur bumi, tugas kita adalah mengatasi masalah – bukan mengambil keuntungan dari adanya masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Maka dari sinilah kita formulasikan lima prinsip dasar Industry 0.0 yang sudah saya jelaskan dalam tulisan sebelumnya yaitu kesamaan akses terhadap ilmu dan ketrampilan, akses terhadap sumber daya alam, akses modal, akses pasar dan akses kepemimpinan. Maka dalam tulisan ini saya berikan contoh aplikasi dari prinsip-prinsip tersebut pada  produk yang bisa berkontribusi terhadap pengatasan pandemi Covid-19.

Salah satu cara melawan Covid-19 adalah membangun ketahanan tubuh kita agar tidak mudah terinfeksi oleh virus, antara lain  dengan memperbaiki ekosistem mikroba yang ada di perut kita atau disebut gut microbiome. Makanan yang mengandung unsur probiotic diyakini efektif untuk memperbaiki gut microbiome ini. Dan salah satu makanan priobiotic yang juga prophetic – ada di menu Nabi – adalah yogurt. Maka melalui konsumsi yogurt, insyaAllah daya tahan tubuh kita akan membaik sehingga membantu mencegah tubuh kita dari terinfeksi virus Covid-19.

Di era Industry 1.0 s/d 4.0 ide saya tersebut bisa menjadi peluang bisnis besar karena yang membutuhkannya akan banyak, di Industry 0.0 ilmu dan ketrampilannya saya sebar ke semua orang yang mau belajar dan berlatih sehingga menjadi kesempatan yag sama bagi semua orang. Lantas saya dapat apa ? disinilah bedanya lagi. Di Industry 1.0 s/d 4.0 orang mengira akan bahagia dengan menerima (keuntungan) yang banyak. Di Industry 0.0, kebahagiaan dibangun dengan memberi, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain – maka disinilah perlombaan kita – yaitu untuk menjadi manusia terbaik yaitu yang paling bermanfaat, bukan yang paling kaya !

Nah karena cara membuat yogurt ini adalah ilmu dari Allah – tidak ada yang memberi ilmu kita selain dariNya – maka harus saya berikan kepada yang memerlukannya. Dan bukan sekedar yogurt biasa, karena yogurt biasa dibuat dari susu yang sebagian orang tidak mau karena efek lactose intolerant, tidak doyan susu atau susu terlalu mahal olehnya. Yang saya ajarkan adalah yogurt nabati dari kelapa, yang bisa juga dibuat dari susu lainnya seperti kedelai, jagung dlsb.

Saya pilihkan dari kelapa karena santan kelapa mengandung asam laurat di dalamnya, ada zat aktif mono laurin yang diyakini dan bahkan diuji cobakan secara resmi di Philipina untuk melawan Covid-19.  Mono laurin melawan virus – diharapkan termasuk Covid-19 – melalui tiga serangan jitunya, yaitu menghancurkan dinding sel, mencegah virus menduplikasi diri dan mencegah virus menempel pada sel induk dalam tubuh manusia. Maka Yogurt dari kelapa diharapkan efektif melawan Covid -19 melalui dua cara yaitu memperkuat daya tahan tubuh sekaligus menghancurkan virus Covid-19.

Sebelum praktek membuat yogurt perlu dipahami dahulu prinsip dasar yogurt ini agar Anda bisa membuat yougurt dengan tingkat teknologi apapaun yang Anda miliki, ini juga karakter Industry 0.0 – kita tidak bergantung pada teknologi – kita harus bisa mengatasi masalah dengan teknologi apapun yang bisa kita akses di tempat kita saat ini.

Prinsip dasar yogurt adalah konversi lactosa (gula yang ada di susu) menjadi asam lactat yang dilakukan oleh bacteri asam lactat khususnya Lactobacilus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bakteri-bakteri ini membutuhkan dua kondisi saja untuk hidup subur dan berkembang biak, yaitu lingkungan yang cenderung asam (pH antara 4.6 s/d 5.4) dan suhu yang sesuai yaitu di kisaran 38 sampai 40 derajat celcius.

Maka dengan mengetahui kondisi lingkungan yang dibutuhan oleh bakteri-bakteri tersebut untuk tumbuh dan berkembang, Anda sudah bisa membuat yogurt dengan tingkatan teknologi apapun. Dan karena bakteri-bakteri ini melimpah di alam, Anda juga tidak harus membelinya. Saya berikan dua contoh bagaimana Anda bisa membuat yogurt dari kelapa ini dengan dua tingkat teknologi yang berbeda – untuk menunjukkan betapa teknologi tidak boleh menjadi kendala.

Ingat yang Anda butuhkan adalah hanya lingkungan yang bisa dikontrol suhu dan keasamannya, itu saja untuk membuat yogurt. Maka bila Anda tinggal di kota, memiliki uang untuk membeli alat dan bahan , gampang membuatnya. Beli saja alat pembuat yogurt, tersedia di marketplace dengan variasi harga dari ratusan ribu sampai beberapa juta Rupiah, pilih yang sesuai kantong dan selera Anda.

Lantas untuk mulai membuat yogurt, belilah yogurt yang ada di pasar sebagai starternya, cukup beberapa sendok untuk setiap liter susu atau santan yang akan Anda buat yogurt. Ikuti manual yang ada di alat yang Anda beli, insyaallah dalam 5 s/d 8 jam yogurt Anda sudah siap. Untuk santan yang digunakan, pilih santan yang kental sekali, atau kalau santan Anda encer karena pemerasannya ditambah air – biarkan  memisah dahulu santan intinya dalam lemari dingin (kulkas) atau disebut kanil  di Jawa – dan inilah yang dibuat yogurt.

Bagaimana untuk penduduk pulau-pulau Indonesia yang belasan ribu jumlahnya, di sebagian besar pulau terpencil tersebut tentu tidak mudah untuk bisa memperoleh mesin yogurt atau bahkan yogurt untuk starter-pun belum tentu ada. Tidak masalah juga, karena yang Anda butuhkan hanyalah pengendalian suhu dan menciptakan suasana yang asam, maka bakteri-bakteri yang Anda perlukan akan datang berduyun-duyun mengolah santan Anda menjadi yogurt.

Caranya gunakan santan yang kental saja, kemudian tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis – secukupnya – sampai santan terasa agak asam, santan juga akan sedikit menggumpal. Dari sini Anda sudah menciptakan suasana asam di santan Anda. Lantas bagaimana menciptakan kondisi suhu kisaran 38 sampai 40 derajat celcius ?, buat yogurt Anda di siang hari dan tutup dengan kain hitam, taruh dalam kardus atau tempat apapun di luar ruangan agar tidak langsung terpapar matahari namun panasnya dapat. Kalau tanpa alat sama sekali, Anda harus mencoba beberapa kali atau beberapa cara sampai hasil Anda optimal. Bila suhu Anda tepat yogurt kelapa Anda akan terbentuk dalam 5 sampai 8 jam, jadi waktu panas matahari rata-rata kita cukup untuk membuat yogurt.

Bila Anda bisa memiliki alat sederhana – seperti termometer dan  kertas pH misalnya – maka tentu pekerjaan Anda menjadi jauh lebih mudah, termometer untuk mengukur suhu yang sesuai, dan kertas pH untuk mengukur keasaman bahan yang hendak Anda buat yogurt. Inilah prinsip dasar Industry 0.0, Anda  tetap bisa bekerja menghasilkan produk yang sangat bermanfaat tanpa alat apapun, namun bila Anda punya alat dan teknologi tentu akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pekerjaan Anda.

Setelah jadi yogurt bagaimana mengkonsumsinya ?, yogurt sudah enak untuk dikonsumsi apa adanya – apalagi setelah Anda terbiasa. Yogurt santan kelapa juga cenderung lebih enak dari yogurt dari susu – setidaknya inilah kesaksian beberapa teman yang saya minta mencoba yogurt kelapa saya. Namun bila Anda pingin enak lagi, yogurt bisa dimakan bersama juice buah, jam buah, puree dlsb.

Bagaimana bila dengan cara tersebut yogurt yang Anda buat tidak jadi ? atau santan menjadi busuk sebelum keburu menjadi yogurt ? cek pada dua parameter tersebut – suhu dan keasaman. Bila tetap tidak jadi juga, Anda boleh magang di tempat kami sampai bisa. Setelah Anda bisa membuatnya, ajarkan ke orang lain untuk melakukan hal yang sama. Carilah kebahagiaan dengan memberi dan jadilah sebaik-baik manusia dengan memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi manusia lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *